Tanggapan Beragam Pihak Usai Jokowi Cabut Perpres Investasi Miras

Tagadatsointsoin – Jokowi menjelaskan, pencabutan keputusan presiden soal investasi alkohol mendapat masukan dari ulama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Nahdlatul Ulama (NU). Serta tokoh agama dan organisasi masyarakat lainnya di berbagai daerah. Pencabutan keputusan presiden tentang investasi alkohol juga disambut baik oleh sejumlah pihak. Salah satunya disampaikan Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah.

“Asumsi kami selama ini bahwa pemerintah tidak mendengar suara rakyat sudah membuat gusar. Sikap saya jujur dipuji,” kata Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas. Hal tersebut diikuti sejumlah tanggapan dari berbagai pihak setelah Jokowi mencabut keputusan presiden tentang investasi alkohol

Muhammadiyah

Pimpinan Umum (PP) Muhammadiyah yang mencabut keputusan Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk mencabut peraturan penanaman modal (miras) industri minuman dalam Lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang bidang usaha investasi, disambut baik. Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengatakan selama ini anggapan pemerintah tidak mendengar masukan dari sejumlah pihak terbantahkan. Peraturan baru tentang investasi alkohol yang ditandatangani pada 2 Februari 2021 resmi dicabut hari ini, Selasa (2/3/2021).

“Asumsi kami selama ini bahwa pemerintah belum mendengar suara rakyat sudah mengecewakan. Sikap saya sejujurnya sangat terpuji,” kata Anwar Abbas kepada Liputan6.com, Selasa sore. Menurutnya, keputusan tersebut sangat tepat. Keputusan Jokowi mencabut aturan investasi minuman beralkohol dinilai sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. “Keputusan yang sangat sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Jadi bagi saya itu tindakan yang mencerminkan kearifan dan kearifan seorang presiden,” kata Anwar. Menurut Anwar, keputusan mencabut keputusan presiden tentang industri alkohol juga bisa memperkuat semangat persatuan dan kesatuan masyarakat.

“Sehingga persatuan dan kesatuan diantara kita tetap terjaga dan terjaga. Sehingga kita sebagai bangsa bisa bersatu untuk menyelesaikan pembangunan dan menghadapi permasalahan yang sedang kita hadapi yaitu Covid-19 dan krisis ekonomi yang sedang kita hadapi, “dia berkata. Anwar mengatakan, bahaya alkohol tidak hanya dilihat dari sudut pandang agama. Ia menilai alkohol juga dianggap berbahaya dari segi kesehatan, sosiologis, dan ekonomi. “Sisi dan dimensi ini ada sisi religiusnya, kesehatannya, lalu ada sisi sosiologisnya ya, karena orang yang minum suka kekerasan. Jadi akan merugikan kehidupan rumah tangga, kehidupan masyarakat, ya. Kemudian juga dari sisi ekonomi, katanya. kata. Menurutnya, banyak masyarakat kelas bawah yang ingin mabuk-mabukan telah mengabaikan pemenuhan kebutuhan dasar keluarga. Sehingga pada akhirnya mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya, akhirnya jatuh sakit, tidak sehat, kata Anwar Abbas.

MUI

Jokowi membatalkan keputusan presiden berinvestasi alkohol setelah mendapat masukan dari beberapa kelompok masyarakat, termasuk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketua MUI Pusat Cholil Nafis mengatakan, tugas negara yang diwakili oleh pemerintah adalah mewujudkan kemanfaatan bagi masyarakat dengan kebijakan yang diambil.

“Mengenai penandatanganan Perpres 10/2021 yang harus menonjolkan aspek-aspek yang ada setelah kajian, Majelis Ulama Indonesia hanya mengingatkan kita bahwa ada aturan yang tidak sejalan dengan asas kemaslahatan rakyat,” kata Cholil saat dihubungi. telekonferensi. Cholil mengatakan MUI dan ulama sudah beberapa lama menyatakan ketidaksetujuannya terhadap izin investasi minuman keras. Hal tersebut dianggap bertentangan dengan kepentingan perbaikan dan kebaikan masyarakat. Oleh karena itu, MUI mengapresiasi Jokowi yang dinilai telah merespon dengan bijak aspirasi yang terjadi di masyarakat, terutama menolak investasi minuman beralkohol.

“Beberapa waktu lalu MUI menyampaikan pandangannya untuk kepentingan perbaikan dan kebaikan masyarakat. Saat ini, Presiden Republik Indonesia telah merespon dengan bijak aspirasi yang hidup di masyarakat,” kata Cholil. “Untuk itu, MUI menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keseriusan pemerintah atas respon cepat presiden yang mendengarkan aspirasi rakyat dan juga komitmennya untuk mengartikan kemaslahatan bangsa,” ujarnya.

Fraksi DPR PAN

Fraksi PAN mengapresiasi apresiasi Presiden Jokowi atas pencabutan dan pencabutan peraturan presiden terkait izin investasi minuman beralkohol. Saleh Partaonan Daulay, Ketua Fraksi PAN Dewan Perwakilan Rakyat, mengatakan pencabutan komitmen Perpres tentang investasi alkohol merupakan langkah konkret yang diambil presiden untuk mengatasi perdebatan dan kontroversi yang muncul di masyarakat. “Semoga peredaran minuman beralkohol di Indonesia bisa diminimalisir dan dikendalikan dengan baik. Presiden mendengarkan suara rakyat. Tentu banyak pertimbangan dan masukan juga yang didengar. Saleh mengatakan ini bukan kali pertama presiden mencabut atau merevisi peraturan presiden yang sudah dikeluarkan. Oleh karena itu, menurutnya, wajar jika muncul spekulasi di masyarakat bahwa firma hukum presidensial kurang peka terhadap situasi sosial, politik, budaya, dan agama di masyarakat.

“Kalau ada kepekaan, Perpres semacam ini tidak perlu dibawa ke meja presiden. Tentunya presiden punya firma hukum dan ahli hukum yang merumuskannya. Maklum harus ada kajian sosiologis, filosofis, dan hukum dulu. itu diserahkan kepada presiden, ” katanya. Karena Perpres mengikat semua pihak. Kalau ada sekelompok orang yang merasa dirugikan secara sosiologis, konsep Perpres tidak perlu dilanjutkan, ‘tambah Saleh. Saleh menyayangkan gagasan perpres itu datang dari presiden. Padahal, kajian dan konsep hukum itu bukan presiden.

“Ini yang menurut saya perlu diperbaiki di pusaran tim kepresidenan. Tapi, pencabutan lampiran Perpres sangat bagus. Presiden juga mengatakan, alasan pencabutan itu setelah masukan dari umat beragama. organisasi, tokoh masyarakat dan tokoh daerah, ”ujarnya. Saleh berharap pencabutan komitmen Perpres soal investasi alkohol bisa menghentikan kontroversi seputar alkohol di masyarakat. “Dengan cara ini, kontroversi bahwa pemerintah akan membuka ruang besar untuk investasi minuman beralkohol otomatis terbantahkan,” kata Saleh.

Berita ini dirangkum dari https://www.sukabuminewsupdate.com/