Penjelasan Penyakit Stroke Mata

Tagadatsointsoin –┬áStroke tidak selalu menyerang otak, tapi bisa juga disebabkan oleh aliran darah ke pembuluh arteri mata. Stroke mata, juga dikenal sebagai infark retina, stroke arteri retina, atau neuropati optik iskemik anterior (AION) disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah di retina. Pembuluh darah berfungsi mengangkut nutrisi dan oksigen ke seluruh bagian tubuh. Ketika pembuluh darah menyempit atau tersumbat oleh penyumbatan, suplai darah berkurang atau tidak ada. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan serius pada area yang terkena stroke mata. AION memblokir suplai darah ke retina, yang merupakan lapisan di bagian dalam mata yang mengirimkan sinyal cahaya ke otak sehingga Anda dapat melihat hal-hal di sekitar Anda.

Jika pembuluh di retina tersumbat, cairan dari pembuluh di retina ini akan bocor dan menyebabkan pembengkakan. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada retina, sehingga penderitanya mengalami berbagai gangguan wajah bahkan berisiko menyebabkan kehilangan penglihatan atau kebutaan permanen.

Jenis stroke mata

Bergantung pada jenis yang dialami, gejala dan pengobatan kondisi mungkin berbeda. Berikut 4 jenis strip mata yang perlu Anda ketahui:

1. Oklusi arteri retina sentral

Jenis ini terjadi karena adanya penyumbatan aliran darah utama ke saraf mata. Akibatnya, saraf di mata kekurangan oksigen dan asupan nutrisi. Gejala yang dirasakan biasanya berupa penurunan penglihatan secara umum. Penglihatan yang terganggu tiba-tiba muncul di satu mata, tanpa kemerahan atau nyeri.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko oklusi arteri retina sentral, antara lain:

  • Tekanan darah tinggi.
  • Sejarah stroke.
  • Kebiasaan merokok.
  • Kegemukan.

Pada stroke jenis ini, pengobatan harus dilakukan dengan cepat dalam waktu kurang dari 24 jam. Perawatan yang tepat dapat mengurangi kemungkinan kerusakan saraf permanen yang dapat menyebabkan kebutaan. Penanganannya bisa dilakukan dengan menggunakan pengobatan oral, tetes, pembedahan atau kombinasi ketiganya.

2. Oklusi arteri retina cabang

Jenis ini terjadi karena adanya penyumbatan di salah satu cabang aliran darah. Akibatnya, kelainan wajah bersifat parsial, atau hanya pada satu area (atas / bawah / kiri / kanan). Tes yang bisa dilakukan untuk bola mata jenis ini termasuk hitung darah lengkap, tes gula darah dan tes fungsi jantung atau EKG untuk menyelidiki kemungkinan penyebab penyumbatan. Perawatan untuk jenis stroke mata ini tidak seagresif untuk oklusi arteri retina sentral. Pengobatan biasanya lebih ditujukan untuk mencegah kambuhnya gejala stroke di kemudian hari.

3. Oklusi vena retina sentral

Stroke jenis ini terjadi ketika terjadi penyumbatan aliran balik darah dari retina ke jantung. Oklusi arteri retina sentral lebih banyak terjadi daripada kelainan pada arteri retinal.

Mata oklusi retina sentral terdiri dari dua jenis, yaitu:

  • Iskemik, jika penyumbatan terjadi sepenuhnya.
  • Non iskemik, bila penyumbatan hanya terjadi sebagian.

Gejala yang mungkin terjadi mungkin termasuk penurunan penglihatan yang tiba-tiba atau penurunan penglihatan yang mungkin terjadi secara perlahan. Beberapa kondisi tambahan yang dapat meningkatkan risiko ruptur retina sentral pada orang tersebut meliputi:

  • Sejarah glaukoma.
  • Gunakan kontrasepsi oral.
  • Penggunaan diuretik.

Perawatan untuk stroke mata dilakukan dengan menggunakan laser atau suntikan ke mata untuk mengurangi kemungkinan komplikasi stroke.

Sedikit berbeda dengan jenis lainnya, kebanyakan penderita serangan mata tidak menyadarinya. Gejala gangguan penglihatan hanya akan terasa jika ada penyumbatan pada pembuluh darah vena yang mengeringkan bagian tengah wajah (makula). Lebih dari 70% penderita stroke jenis ini pertama kali memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Pengobatan biasanya ditujukan untuk mengontrol tekanan darah, menggunakan dr laser, kadar kolesterol, dan mencegah komplikasi.